Lompat ke konten
Home » Artikel » Sejarah Kerajinan Tembaga dan Kuningan di Boyolali

Sejarah Kerajinan Tembaga dan Kuningan di Boyolali

Sejarah Kerajinan Tembaga dan Kuningan seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan tembaga dan kuningan semakin berkembang pesat. Tidak hanya di pakai pada alat rumah tangga. Saat ini kerajinan tembaga dan kuningan di pakai dalam ornamen interior pada rumah masa kini. Tidak hanya pada bangunan saja, kerajinan tembaga dan kuningan sudah menghasilkan produk seperti logo maupun instansi pemerintahan, hiasan dinding.

Sejarah kerajinan tembaga dan kuningan terbawa dari zaman Belanda. Bangsa-bangsa Eropa berpengaruh cukup signifikan pada bahan yang awalnya di pakai. Pada tahun 1900 an, seorang ilmuwan Jerman mengidentifikasi suatu bahan salah satu mineral, yaitu kuningan dapat di pakai sebagai bahan dasar semua produk dengan beberapa kombinasi bahan tembaga yang mana memiliki daya tahan korosi.

Proses tempa  dengan memukul logam tembaga atau kuningan yang panas

Dari zaman Belanda, hingga sampailah keahlian pengrajin dan di wariskan turun menurun hingga saat ini. Oleh karena itu kerajinan tembaga dan kuningan berkembang hingga saat ini dan menjadi pekerjaan bagi banyak warga di Indonesia.

Boyolali adalah suatu daerah di lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Terdapat suatu desa yang bernama DesaTumang. Desa Tumang mempunyai potensi yang sangat tinggi tentang kerajinan tembaga dan kuningan. Dan juga menjadi sumber devisa bagi negara karena sudah menghasilkan kerajinan yang dengan skala ekspor ke penjuru dunia. Desa ini juga ada banyak sekali gallery tembaga dan kuningan yang berdiri sejak tahun 90an.

Produk-produk yang di buat awalnya adalah alat yang di pakai dalam rumah tangga, seiring berjalannya waktu dan inovasi, produk yang dihasilkan dapat berupa segala jenis hiasan dan ornamen rumah dan bangunan, seperti patung, lampu, hiasan dinding, bahkan replika dari Masjid Nabawi seperti pintu masjid Nabawi dan lampu masjid Nabawi, serta masih banyak aneka ragam produk yang dibuat oleh para pengrajin di Desa Tumang, Boyolali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *